« Home | minal aidzin wal faidzin »

Aku Ingin Bertemu Mama

Seorang pria berdasi tergesa-gesa keluar dari mobil memasuki sebuah toko di pinggiran jalan Gajah Mada. Dia tampak masih muda, berkumis tipis, dan berbadan tegap. Anton, seorang direktur dari salah satu perusahaan ternama di ibukota.
"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" seorang wanita cantik pelayan toko menyambutnya dengan senyum ramah.
"Oh, saya mau pesan satu buah parcell paket lebaran yang paling bagus Mba dan tolong langsung dikirim langsung ke tempat tujuan, apa bisa?" jawab Anton dengan tegas.
"Tentu saja bisa, Pak. Untuk siapa Bapak akan kirim parcell ini dan kapan kami harus mengirimnya?"
"Paket ini untuk Ibu saya yang ada di Bogor, dan saya mau paket ini sampai tujuan besok pas lebaran. Berapa saya harus bayar?" Anton merogoh sakunya untuk mengambil dompet.
"Bapak cukup membayar paketnya dan juga ongkos kirim. Semuanya 680.000 rupiah dan silahkan Bapak tulis alamatnya dan tandatangan di sini sebagai bukti pembayaran." Jawab pelayan itu sambil menyodorkan selembar kertas dan ballpoint kepada Anton.
"Baik. Ini uangnya dan saya minta paket ini bisa datang tepat waktu."
"Itu suda pasti, Pak! Terimakasih atas kepercayaan Bapak kepada kami."
Anton segera keluar dari toko tersebut dan tanpa sengaja di luar toko dia menabrak seorang gadis kecil yang lusuh dan kumal. Gadis kecil itu menangis karena setangkai bunga mawar yang dibawanya terjatuh dan tanpa sengaja terinjak oleh kaki Anton. Anton segera menghampiri gadis kecil itu dan meminta maaf. Dia berjanji akan membelikan bunga mawar yang lebih untuk gadis kecil itu.
Setelah memberikan bunga mawar pada gadis kecil itu, Anton bertanya, "Untuk siapa kamu akan berikan bunga mawar ini?"
"Aku akan berikan bunga ini pada Mama. Aku sudah lama tidak mengunjunginya, aku ingin ketemu sama Mama." jawab gadis kecil itu masih dengan sisa tangisnya.
"Ayo saya antar ke tempat Mama kamu. Naik saja ke dalam mobil saya."
"Terimakasih, Om." gadis kecil itu tersenyum karena gembira.
Mobil melaju menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh si gadis kecil itu. "Berhenti, di sini saja Om."
"Lho di mana rumah Mama kamu, biar saya antar sampai sana?" dengan heran Anton bertanya karena dia berhenti tidak di suatu perumahan, namun tepat di depan sebuah pemakaman umum.
"Di sini Om, tempat mama saya. Dia sudah meninggal dunia ketika saya masih kecil." Gadis kecil mengajak untuk masuk menuju ke sebuah makam. Dengan air mata bercucuran gadis itu berucap,"Mama, ini Tara. Aku ingin sekali bertemu Mama, Tara ingin merayakan lebaran sama Mama seperti teman-teman Tara. Mama, kapan Tara bisa bertemu Mama?"
Tanpa disadari air mata keluar dari mata Anton, dia langsung teringat pada ibunya di rumah. Selama ini dia terlalu disibukkan dengan pekerjaan dan tidak begitu mempedulikan kerinduan ibunya untuk bisa merayakan hari raya bersama anak-anaknya.
Anton bergegas masuk ke mobil dan meluncur dengan kecepatan tinggi agar bisa dengan segera bertemu dengan ibunya yang ada di Bogor untuk meminta maaf atas segala kekhilafannya. Namun na'as, sebuah truk dengan kecepatan tinggi menabrak mobil Anton dari arah berlawanan dan Anton tewas dengan seketika.
Note: Seorang ibu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita ke dunia ini. Tanpa pamrih beliau merawat kita hingga besar. Sudah berbaktikah kita pada ibu kita?

cerita yang kalo dibaca dengan hati memang pantas membuat mata menjadi berkaca-kaca.
trims.
mother is very great God's creation for all human beings.

Post a Comment

Links to this post

Create a Link